|
Title: Menjaga Mama View count: 388 Rating: 5.0 (1 ratings) Description: Sebuah shooting yang seru! Produser pusing karena waktu sewa tempat terbatas, belum lagi ada aturan berbingkai bahwa setiap sudut yang terkena shoot ada uang sewanya! Mas Rei Supriyadi garuk-garuk kepala, bukan karena gatal, tapi stress lantaran gumpalan awan menutupi langit dan matahari. Bang Zul Ardia kewalahan karena extra talent yang seeringkali pergi dari setting tanpa pamit, sehingga mengganggu continuity. Berrr...hujan pun turun. Kang Adri dan Kang mas Nur Zaini kalang kabut menyelamatkan art props mereka. Para talent kocar-kacir kesana-kemari dan masuk ke berbagai cafe yang ada. Produser makin bingung, walaah...jangan-jangan mereka masuk asal pesan makan minum trus meninggalkan bon padanya (he he he). Pak Andreas pun makin mumet. Sementra mas Toni JC&K dengan tenangnya bertanya, seolah menggoda padaku, "Trus gimana, nih?". Aku tersenyum sambil garuk-garuk kepala, "Ya...tidak gimana-gimana, Mas. Kita tunggu saja sampai hujan reda," jawabku. "Kalo hujannya nggak brenti, gimana?" sambung Mas Toni, kali ini nadanya serius. Aku malah cengegesan, persis anak dungu yang ndesoo buanget, "Ya..kalo hujannya nggak reda- yaa nggak bisa shooting. Kita pindah ke hari berikutnya" jawabku. Mas Toni tertawa, entah merasa geli karena jawabanku yang telalu polos, atau pasrah. "Emang, kira-kira kapan ya hujan bakan brenti?" cetus salah seorang dari tim kreatif yang waktu itu aku tidak melihat orangnya karena berlindung di dalam tenda. Aku tersenyum, seraya menunddukkan kepala ("Yaa..Allah..InnaKA 'Aliimun Hakiim"- sungguh hanya Engkau yang Maha Mengetahui apa-apa yang terbaik bagi setiap makhluk). Melihat aku menunduk, tim kreatif memandang ke Mas Rei, yang kemudian terkesiap, "Lah...jangan tanya ke saya. Tanya ama nyang Ono-no" ujarnya seraya menunjuk ke langit dan cengengesan. Setelah itu para produser (Pak Andreas dan Teh Gita) berdiskusi dengan Pembesar JC&K, Client dan Mbak Marini-membicarkan solusi. Aku diajak diskusi, dan lima menit kemudian aku pamit untuk sholat dzhuhur, "Kalo persoalannya seperti ini, sungguh aku lebih baik mengadu padaNYA. Daripada aku ngomongin yang tidak aku tahu kepastiannya," kembali aku cengegesan. Mereka mengangguk-angguk, entah setuju atau berpikir bahwa aku adalah sutradara yang pasrahan- he he he. Pak Andreas pun kemudian memecah suasana jengah, "Yo-Wiss..elo sembayang dulu,deh. Doa in kita-kita yaa.." dia tersenyum tulus. Aku pun berangkat ke Musholla setempat ditemani Bang Zul Ardia. Alhamdulillah, selepas sholat Allah memberikan solusi terbaik bagi kami semua dan produksi berjalan lancaaarrrr... SubhanAllah wal hamdulillaah wa laa ilaaha illallah Allaahu Akbar.. Tags: menjaga mama, curcuma emulsion, soho, andreas, jc&k, rei supriyadi, blessing scene, gita karmelita, marini zumarnis, zul ardia, Author: delbrawhis |