|
Title: Melestarikan Kebudayaan Lewat Tarian Folklore View count: 534 Rating: 5.0 (7 ratings) Description: Dominasi tarian modern di tengah masyarakat dewasa ini, tidak menurunkan semangat sebagian komunitas yang mencintai tarian tradisional, seperti yang ditunjukkan oleh ratusan penari ini. Para peserta yang datang dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Polandia dan India ini menyumbangkan aspirasi mereka dalam rangkaian tur Arsena International Folklore Festival yang digelar untuk kedua kalinya di Indonesia. Tujuan mereka adalah untuk mempererat hubungan antar bangsa, sekaligus mempopulerkan tarian tradisional bangsa mereka. [Noviarifta Ilyas, Arsena International Folklore Festival]: Saya melihat generasi muda sekarang, untuk tradisi mereka sudah mulai terkikis oleh modernisasi, justru itulah saya ingin tetap melestarikan folklore itu sendiri, tarian rakyat asli tradisional. Disamping gerakannya yang indah, tarian-tarian tradisional ini ternyata juga dapat menceritakan sejarah dan kebudayaan masing-masing negara. Tarian Songket dari Malaysia misalnya, mengangkat cerita sejarah pakaian adat mereka, kain sarung. Ada juga rarian rakyat Polandia, Polonez yang menggambarkan sejarah bangsa ini, serta tarian Jota Quirino dari Filipina, yang menceritakan kehidupan rakyat dan permainan tradisional bambu yang sangat populer di Filipina pada abad ke-19. Bagi para penari yang umumnya masih berusia muda ini, kebanggaan sebagai penari tradisional adalah kebanggaan untuk mampu menampilkan jati diri serta melestarikan kebudayaan tradisional mereka, yang merupakan warisan berharga dari leluhur. [Jill Alyana Tanig, Penari Filipina]: Saya memilih untuk menari tarian tradisional, karena hal itu memberikan jati diri mengenai bangsa, budaya, sejarah, dan bagaimana kami sebagai orang Filipina. Tarian modern adalah diadaptasi dari luar, jadi saya tidak bisa merasa bangga dalam menarikannya. Jadi saya pilih tarian tradisional Filipina. Pagelaran International Folklore Festival ini lahir atas prakarsa UNESCO, (United Nations Educational & Scientific Cultural Organization) untuk mempersatukan negara-negara di dunia melalui seni dan budaya. Festival yang berawal mula di negara Perancis ini telah berumur 40 tahun, dan masih terus dilestarikan sampai saat ini. Wartawan NTDTV melaporkan dari Jakarta, Indonesia. Tags: penari, unesco, tradisional, folklore, prancis, modern, menari, sejarah, filipina, polandia, indonesia, malaysia, songket, polonez, jota, quirino, sarung, negara, arsena, Author: NTDIndonesian |