|
Title: Kurangi Air Pertanian View count: 1065 Rating: 5.0 (1 ratings) Description: Laporan Yanti Mualim Menurut putra mahkota Belanda, Pangeran Willem-Alexander dibutuhkan revolusi agraria untuk mengurangi banyaknya penggunaan air dalam menghasilkan bahan pangan. Dengan menggunakan teknik pertanian baru maka jumlah air dapat dibatasi. "Dengan demikian kejadian mengerikan akan dapat dihindarkan," ujar Pangeran Willem-Alexander di Stockholm, ibukota Swedia, pada pembukaan Pekan Air Sedunia. Orang sering risi bicara tentang kamar kecil. Tapi ternyata Putra Mahkota Belanda Pangeran Willem-Alexander tidak segan-segan bicara tentang WC atau toilet. Sebagai ketua kelompok penasihat PBB, ia berkepentingan menarik perhatian lebih banyak terhadap sarana sanitasi. Willem-Alexander: Pertama-tama harus kita ciptakan kesadaran. Begitu kesadaran ada maka itu bisa masuk agenda politik. Sehingga akan ada dana yang disisihkan dan orang-orang yang terlibat dapat melaksanakan proyek mereka serta membangun sarana sanitasi yang dibutuhkan. Di pedesaan mungkin penyelesaian dicapai bagi rumah tangga yang hanya beranggotakan satu orang. Misalnya bagaimana mencuci tangan dengan lebih baik, atau berhati-hati dalam membuang sampah. Sementara di wilayah perkotaan, masalah itu menyangkut sistem riol dan penjernihan air. Dengan ditetapkannya 2008 menjadi tahun internasional sanitasi PBB maka problem sanitasi harus ditangani di seluruh dunia. Namun sampai sekarang sekitar 2,6 juta penduduk yang tidak memiliki sanitasi memadai. Sebagian besar tinggal di Asia dan Afrika. Pangeran Willem-Alexander yang sudah sejak tahun 1997 berkecimpung dalam bidang pengelolaan air, puas dengan penanganan selama ini. Willem-Alexander: Tahun ini dinyatakan sebagai tahun sanitasi, karena masalah sanitasi tidak dibicarakan dalam membahas air. Dengan begitu harus ada dorongan lebih kuat untuk menangani sanitasi. Saya rasa kita sekarang berada dalam kecepatan yang tepat dengan masukan yang tepat pula untuk mencapai kemajuan serta memenuhi sebagian besar tujuan milenium. Pada tahun 2000, pemimpin 189 negara sepakat mengatasi masalah dunia sebelum tahun 2015. Mengurangi kemiskinan adalah salah satu tujuan milenium. Dan air sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan ekonomi. Pangeran Willem-Alexander beranggapan air harus digunakan lebih irit terutama di sektor pertanian. Willem-Alexander: Jika kita bisa menerapkan teknik pertanian baru hingga hanya dibutuhkan sedikit air untuk memproduksi makanan, maka kita akan punya sisa air untuk bahan bakar nabati. Saat ini terlalu sedikit air untuk bisa mencukupi kebutuhan pangan penduduk dunia yang diramalkan mencapai 10 milyar orang pada akhir abad ini. Ditambah pula dengan kebutuhan mobil yang menggunakan bahan bakar nabati. Namun jika ada revolusi agraria sehingga hanya dibutuhkan sedikit air untuk menghasilkan bahan pangan, maka kita dapat menghindari kejadian mengerikan tersebut. Ketika ditanya soal banjir tahunan yang melanda Jakarta, Putra Mahkota Belanda mengingatkan kerjasama Belanda Indonesia dalam bidang penanggulangan banjir. Willem-Alexander: Belanda sangat aktif di Indonesia dan juga di sekitar Jakarta dalam bidang pengelolaan air. Kami sudah aktif dalam menangani wilayah banjir. Dan sejak kami lihat Jakarta tergenang banjir pada tayangan televisi, banjir juga sudah merupakan tema penting. Dalam konperensi ini, tidak diragukan lagi para menteri Indonesia dan Belanda akan berbicara lebih jauh mengenai topik ini. Tags: indonesia, belanda, air, lingkungan, hidup, sweden, netherlands, nederland, stockholm, jakarta, banjir, Author: ranesi |